Tips Memilih Makanan Buka Puasa Agar Tidak Menumpuk Lemak


Menu buka puasa yang disajikan tidak jarang memiliki kadar lemak berlebih sehingga berpotensi menambah berat badan. Salah satu solusinya adalah dengan cara memilah-milah kuliner tertentu agar terhindar dari ancaman tersebut.


Hal semacam itu bisa terjadi karena adanya penumpukkan kalori pada tubuh yang kemudian berubah menjadi lemak. karena kurangnya aktivitas selama bulan suci Ramadhan. Oleh sebab itu, simak tipsnya berikut ini.


Hindari Jenis Makanan Buka Puasa yang Berlemak


Kuliner dengan kandungan lemak tinggi memang sangat menggoda untuk disantap. Terutama pada saat momen bulan Ramadhan tiba. Jika tidak bisa dikontrol, efeknya tentu sangat merugikan tubuh karena terjadi penumpukkan lemak.


Pilih menu untuk buka puasa dengan kandungan yang rendah lemak. Jika tidak bisa menghindari, minimal ada kontrol terhadap diri sendiri agar asupan tetap terjaga. Memilah-milah makanan bisa menjadi salah satu solusinya.


Untuk sajian daging, usahakan memilih bagian yang rendah lemak seperti dada ayam tidak berkulit dan has bagian dalam pada daging sapi. Bisa juga diganti dengan ikan, maupun tahu dan tempe.


Perbanyak Menu Buka Puasa yang Mengandung Sayur-sayuran


Mengkonsumsi sayur-sayuran sebagai menu utama saat berbuka maupun sahur sangat baik untuk tubuh. Kandungannya yang kaya serat dan mineral tidak hanya menyehatkan, tapi juga membantu mengatasi lemak jahat pada tubuh.


Kuliner takjil seperti lalapan bisa menjadi pilihan utama saat berbuka puasa. Selain menggunakan sayuran, asupan sehat itu juga bisa dikombinasikan dengan buah-buahan segar. Baik secara utuh maupun dalam bentuk olahan.


Kaya serat adalah salah satu zat terbaik dari sayuran yang bisa mengurangi lemak jahat pada tubuh. Jika rutin dimakan selama bulan Ramadhan, efeknya sangat positif karena menjaga tubuh dari kegemukan.


Kurangi Takjil dengan Cita Rasa yang Manis


Momen ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa sering diselingi dengan aktivitas berburu kuliner manis yang mengandung gula berlebihan. Jenis asupan ini memiliki efek buruk pada tubuh jika tidak bisa dikontrol.


Menu saat Ramadhan dengan cita rasa manis seperti aneka kue, es kepal milo, camilan dengan kandungan cokelat, dan sejenisnya, akan meningkatkan jumlah kalori pada tubuh dan berisiko menjadi tumpukkan lemak jahat.


Sebagai penggantinya, Anda bisa memilih cemilan menyehatkan seperti kacang-kacangan, buah pisang, atau singkong dan jenis ubi lainnya. Bahan-bahan organik tersebut bisa diolah tanpa harus menggunakan gula untuk mendapatkan rasa manis.


Konsumsi Menu Ramadhan Sambil Mengontrol Kalori pada Tubuh


Tidak malas untuk mendorong diri sendiri agar mampu mengontrol asupan kalori, bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga tubuh dari penumpukkan lemak. Caranya juga terbilang sangat mudah untuk dilakukan.


Saat berbuka puasa maupun sahur, pilih makanan yang rendah karbohidrat agar tidak berubah menjadi kalori di dalam tubuh seperti nasi, tepung, dan sebagainya. Asupan penggantinya bisa dari jagung atau kentang.


Usahakan porsinya seimbang agar memenuhi kebutuhan tubuh. Pada saat sahur, konsumsi makanan diperbanyak sebagai bekal beraktivitas sehari penuh. Saat berbuka, makan secukupnya saja karena akan digunakan oleh tubuh untuk beristirahat.


Selain mengontrol pola makan dan jenis asupan yang dikonsumsi, memperbanyak aktivitas bergerak seperti olahraga juga bisa membantu tubuh mengurangi ancaman obesitas karena lemak. Semua bisa tercapai asal dilakukan secara rutin.

Sah-sah saja memilih kuliner apapun untuk di nikmati. Baik untuk berbuka puasa maupun sahur. Hanya saja, asupan tersebut harus diperhatikan agar menu Ramadhan yang dipilih tidak menumpuk sebagai lemak.

2 views0 comments